Bersyukur akan Memperkaya Hati

320
SHARE

10922681_327221240816508_2818382806917712898_n

RENUNGAN…

HARI ini hujan mulai jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang berteduh di teras ruko.Beliau saya pinjamkan tempat duduk dari dalam toko. Masih penuh gerobaknya dengan buah yg tertata rapi.Kulihat dari dalam toko beliau membuka alquran. Beliau begitu tekun membacanya.

Sampai setengah 11 hujan tak kunjung berhenti.
Saya mulai risau karena sepi pembeli.Saya keluar sekadar memberi air minum kemasan dan beberapa butir kurma.Tidak ada sedikitpun raut gelisah di wajahnya.

“Kalau musim hujan jualannya repot juga ya, Pak… ” Kataku sambil menatap gerobaknya. “Masih banyak banget.”
Beliau tersenyum, “Iya bu.. Mudah-mudahan ada rejeki” jawabnya.
“Amin,” kataku.
“Kalau gak abis gimana, Pak?” tanyaku penuh iba…
“Ya.. Kalau gak abis ya risiko, Bu… Kalau yang gak bisa sampai besok ya dikasih tetangga daripada dibuang. Kalau kayak bengkoang, jambu, mangga yang masih bagus bisa disimpan. Mudah2an aja dapet nilai sedekah,” katanya tersenyum.

“Kalau hujan sampai sore gimana, Pak?” tanyaku lagi.
“Ya Alhamdulillah bu… Berarti rejeki saya hari ini diizinkan banyak berdoa dan meminta kpd Allah. Kan kalau hujan waktu mustajab buat berdoa bu…” Katanya sambil tersenyum. “Dikasih kesempatan berdoa juga kan rejeki, Bu…”
“Terus kalau gak dapet uang gimana, Pak?” tanyaku lagi.
“Yah bersabar… Allah yang ngatur rejeki, Bu… Saya bergantung sama Allah.. Apa aja bentuk rejeki yang Allah kasih ya saya syukuri aja. Tapi Alhamdulillah, bertahun tahun saya jualan rujak belum pernah sampai kelaparan.

“Pernah gak dapat uang sama sekali, tau tau tetangga ngirimin makanan. Kita hidup cari apa Bu, yang penting bisa makan biar ada tenaga buat ibadah dan usaha,” katanya lagi.
“Mumpung hujannya reda, Bu… Saya bisa jalan .. Makasih yaa ,Bu…” katanya sambil menutup badannya dengan plastik.

Saya terpana… Betapa malunya saya, dipenuhi rasa gelisah ketika hujan datang, begitu khawatirnya rejeki materi tak didapat sampai mengabaikan nikmat yang ada di depan mata.

Tiba-tiba hati yang tadinya gundah menjadi ceria, mumpung masih hujan … Masih ada kesempatan dapat berdoa di waktu mustajab.

Kisah nyata ibu Ernydar Irfan….

——-

MasyaAllah… Bersyukur itu membuat hati selalu damai dan tenang.
Indahnya hati bila memiliki cinta pada Allah dan Rasulullah. SubahanAllah ^^
Kisah tersebut repost dari IG : @GaultapiIslamy

SHARE
Previous articleSabar Tanpa Batas
Next articleISLAMIC BOOK FAIR 2015

LEAVE A REPLY